Alhamdulillah, suku Jalja'al berbaiat kepada mujahidin Ash-Shabab Somalia
Muhib Al-Majdi
Rabu, 21 November 2012 10:30:33
Rabu, 21 November 2012 10:30:33
(Arrahmah.com) - Suku
Jalja'al, salah satu suku besar dan berpengaruh di wilayah Shao,
propinsi Islam Hiran membaiat Amir kelompok mujahidin Ash-Shabab
Somalia. Peristiwa bersejarah itu dipublikasikan secara luas oleh kantor
media Al-Kataib dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis, 1 Muharram
1434 H bertepatan dengan 15 November 2012 M.
Penduduk dan tokoh-tokoh suku Jalja'al berkumpul di sebuah ruang
pertemuan yang sederhana. Syaikh Ali Mahmud Raji mewakili dari Amir
mujahidin Ash-Shabab dalam pertemuan baiat tersebut.
Dalam kata sambutannya, syaikh Ali mengatakan, "Baiat akan diberikan
kepada syaikh Mukhtar Abu Zubair, amir propinsi-propinsi Islam dan
sekaligus amir dari kelompok mujahidin Ash-Shabab. Saya hanya mewakili
beliau."
Ia menjelaskan, "Poin-poin baiat diambil dari poin-poin pembaiatan
sahabat Anshar kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Sebabnya
adalah kita ini meniti jejak Nabi shallallahu 'alaihi wa salam."
Sementara itu salah seorang tokoh suku Jalja'ad dalam kata
sambutannya mengatakan, "Sebagaimana yang kalian ketahui, di pundak kita
ada tanggung jawab yang besar. Kita tidak boleh menelantarkan tanggung
jawab tersebut, agar kita tidak ditanyai tentang keteledoran itu di hari
kiamat kelak.
Atas nama kalian, saya katakan bahwa dengan izin Allah, kita harus
mengambil perkara ini dengan kuat dan serius dan bertakwa kepada Allah
dalam baiat ini. Tidak ada (makhluk) yang kekal dalam kehidupan ini.
Setiap orang memiliki usia yang telah ditentukan. Keutamaan adalah mati
sebagai syahid dan mati di jalan Allah.
Oleh karena itu, kita tidak boleh menyimpan harta, nyawa dan usaha
kita demi memenuhi perjanjian dan menjaga baiat ini. Inilah yang saya
minta dari kalian. Saya telah menerima hal ini dan kalian pun telah
menerimanya."
Seorang tokoh suku Jalja'ad lainnya kemudian melantunkan sebuah syair
jihad. Ia memberikan kata sambutan, "Segala puji bagi Allah. Kami
tegaskan bahwa kami telah mengambil baiat apa adanya. Maka barangsiapa
di dalam hatinya masih ada keraguan, hendaknya ia menyampaikannya saat
ini juga."
Rupanya semua hadirin telah sepakat dengan ikhlas menerima baiat
tersebut. Tidak ada seoran pun yang keberatan. Maka tokoh masyarakat itu
berkata lagi, "Ya Allah, saksikanlah, bahwa kami mengambil baiat ini
semata-mata demi mencari ridha-Mu dan kami akan mencurahkan harta dan
nyawa kami untuk memelihara baiat ini."
Syaikh Ali Mahmud Raji kemudian membaiat satu per satu para tokoh
suku. Setiap tokohmaju ke depan, menjabat tangan syaikh Ali Mahmud Raji
dan mengucapkan lafal baiat dengan hangat. Pekikan takbir mengiringi
baiat mereka. Setelah itu syaikh Ali Mahmud Raji mengambil baiat secara
umum atas seluruh anggota suku.
"Kalian membaiat saya, saya selaku wakil dari syaikh Abu Zubair,
untuk mendengar dan taat baik dalam keadaan rajin maupun malas, untuk
berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit, (tetap mendengar dan
taat) walau diperintah oleh orang yang lebih mementingkan diri mereka
sendiri atas diri kalian, dan tidak merebut kepemimpinan dari
pemegangnya kecuali jika kalian melihat kekafiran terang-terangan yang
kalian memiliki buktinya dari Allah Ta'ala.
(Kalian juga berbaiat) untuk melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar, menerapkan syariat Allah, menegakkan hudud
(hukum pidana Islam), berjihad melawan orang-orang kafir dan
orang-orang murtad, tidak melindungi pelaku pembunuhan dan kejahatan
lainnya, mengatakan kebenaran di jalan Allah tanpa takut celaan
orang-orang yang mencela, memperjuangkan Islam di negeri kalian dan
membelanya sebagaimana kalian membela nyawa kalian, istri kalian, dan
anak-anak kalian sesuai kadar kemampuan kalian. Maka pahala kalian
berada di sisi Allah."
Seluruh anggota suku yang hadir dalam pertemuan itu serentak menjawab, "Kami membaiat Anda."
Syaikh Ali Mahmud Raji mengakhir acara pembaiatan dengan berkata,
"Kita berdoa kepada Allah semoga menjadikan pertemuan kita ini sebagai
pertemuan yang dirahmati. Sebagaimana kita hari ini berkumpul di sini,
semoga Allah mengumpulkan kita kelak di surga Firdaus yang tertinggi.
Semoga Allah mengampuni perkumpulan kita ini dan meneguhkan hati kita,
karena kita pasti akan diuji dan digoncangkan (dengan berbagai ujian).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam: "Sesungguhnya hati itu
berada di antara jari-jari Ar-Rahman, Dia membolak-balikkannya
sekehendak-Nya."
Ya Allah, teguhkanlah kami di atas agama-Mu, hidupkanlah kami di atas agama-Mu dan matikanlah kami di atas agama-Mu.
Kita berkumpul hari ini bukanlah untuk tujuan-tujuan dunia, melainkan
untuk memperjuangkan agama dan tauhid, agar kalimat Allah menjadi
kalimat yang paling tinggi dan kalimat orang-orang kafir menjadi kalimat
yang paling rendah. Hari ini usaha mereka telah sampai taraf mencoba
memurtadkan kita dengan kekuatan mereka. Jika hari ini mereka
mengerahkan tank-tank dan panser-panser mereka untuk memurtadkan kita
dari agama kita, maka kita menolak keras hal itu.
Oleh karena itu kita katakan, terbunuh itu lebih baik daripada mereka
memurtadkan kita dari agama kita. Harta kita dan nyawa kita adalah
murah demi membela agama kita."
Seluruh tokoh dan anggota suku memekikkan takbir.
Syaikh Ali Mahmud Raji kemudian berdoa dan diamini oleh seluruh yang hadir:
"Ya Allah, bantulah kami melawan orang-orang kafir. Ya Allah,
bantulah kami melawan orang-orang kafir. Ya Allah, teguhkanlah kami di
atas dien-Mu."
sumber:
http://arrahmah.com/read/2012/11/21/24886-alhamdulillah-suku-jaljaal-berbaiat-kepada-mujahidin-ash-shabab-somalia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa tinggalkan komentar Anda
Jika Anda tidak memiliki Account Google Pilih Saja Anonymous.
Terima Kasih